YOGYAKARTA – Dalam upaya berkelanjutan untuk meningkatkan standar pelayanan dan efektivitas Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), Direktorat Penjaminan Mutu dan Audit Internal (DPMAI) Universitas Surabaya (UBAYA) melaksanakan rangkaian kegiatan studi banding ke dua institusi pendidikan tinggi terkemuka di Yogyakarta, yaitu Universitas Islam Indonesia (UII) dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

Delegasi dari UBAYA dipimpin langsung oleh Ibu Dr. Dina Natalia Prayogo selaku Direktur DPMAI, didampingi oleh Ibu Dianne Frisko Koan, Ph.D. (Manajer Audit Internal) serta Ibu Ariesta Agustin, S.Psi. (Manajer Penjaminan Mutu). Rangkaian studi banding ini berlangsung selama dua hari, yakni pada Kamis, 16 April hingga Jumat, 17 April 2026.

Kehadiran Rektor UII, Prof. Dr. Ir. Hari Purnomo, M.T., IPU., ASEAN Eng., di tengah agenda beliau untuk menyapa delegasi secara langsung menjadi kehormatan tersendiri bagi UBAYA. Walaupun pertemuan berlangsung singkat untuk saling menyapa dan berfoto bersama, momen ini menjadi kebanggaan yang merefleksikan hubungan baik serta rasa saling menghargai antar-perguruan tinggi.

Fokus utama kegiatan ini adalah melakukan benchmarking terhadap inovasi teknologi dan strategi mutu. Di UII, tim mendalami sistem “MERCY OF GOD” yang mengintegrasikan standar nasional dan internasional. Sementara di UMY, perhatian utama tertuju pada efisiensi Audit Berbasis Risiko dan penggunaan “Sistem 4 Kuadran” untuk memetakan kinerja unit kerja secara terukur.

Melalui observasi ini, DPMAI UBAYA mengidentifikasi beberapa strategi penguatan internal. Salah satunya adalah memastikan standar mutu yang disusun benar-benar sejalan dengan cita-cita besar universitas. Selain itu, peran Koordinator Penjaminan Mutu (KPM) akan semakin dioptimalkan, baik di tingkat fakultas maupun unit penunjang, untuk mengawal seluruh siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan) secara konsisten.

Hal menarik lainnya adalah pengembangan sistem penghargaan bagi unit kerja. Saat ini, UBAYA telah memiliki EOMS Award (Ubaya Educational Organization Management System) yang diberikan pada perayaan Dies Natalis. Melalui studi banding ini, terbuka peluang untuk mengadopsi mekanisme UMY, di mana reward mutu diberikan di awal penyusunan Rencana Kerja Tahunan (RKT). Dengan demikian, penghargaan tersebut dapat langsung digunakan sebagai tambahan dana aktivitas yang mendukung peningkatan mutu unit di tahun berjalan.

Kunjungan ini diakhiri dengan harapan agar kolaborasi ini terus berlanjut demi kemajuan mutu pendidikan tinggi di Indonesia, serta membawa dampak positif bagi tata kelola penjaminan mutu di lingkungan UBAYA. (AA)

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *