Tel: +62-31-298-1029,1019 | Mail: dpm_ai@ubaya.ac.id


BIMTEK SOFTWARE DPMAI (Surabaya, 20-23 Oktober 2015)

DPMAI mengadakan Bimbingan Teknis (BIMTEK) Software DPMAI pada 20-23 Oktober 2015 yang bertempat di Seminar Room gedung HILantai 2 - Kampus Tenggilis Universitas Surabaya. Pembicara BIMTEK terdiri dari 3 orang yaitu Audia Ratnasari, S.Psi. (Manajer Manajemen Perubahan dan Budaya Mutu); Arif Herlambang, S.Si., M.Si. (Manajer Pengembangan dan Penerapan Standar); dan Agus Susilo, S.E., M.M., MBA, Ak., QIA, CA, M.M. (Manajer Audit Internal dan Monevin). Peserta yang mengikuti sebanyak 86 orang yang berasal dari perwakilan seluruh Direktorat, Unit kerja dan Fakultas yang ada di Universitas Surabaya

Materi BIMTEK meliputi software sbb:

1. Dokumen SMM, melihat, merevisi dan menambahkan dokumen Sistem Manajemen Mutu yang terdiri dari manual mutu, prosedur mutu, catatan mutu, rencana mutu, instruksi kerja, form mutu, job descriptiondan notulen Tinjauan Manajemen.

2.Monitoring ISO , melaporkan capaian sasaran mutu yang telah dijaminkan dalam Prosedur Mutu masing-masing direktorat/unit/fakultas.

3. Audit, melihat hasil audit terintegrasi (ISO, SPP, 5R) dan melakukan tindak lanjutdari hasil audit tersebut.

4. Monitoring SPP, melaporkan capaian SPP, aktivitas dan indikator.

5. LK (Laporan Ketidaksesuaian), menuliskan Komplain/Sarandan melakukan tindak lanjut saat memperoleh LK

6.Kuesioner Kepuasan Pelanggan, mengirimkan kuesioner kepada pelanggan dan melihat hasil kuesioner akhir yang telah diisi oleh seluruh responden.

7. SIP Online & Tindak Lanjutnya, sistem Evaluasi Pembelajaran onlinedisertai dengan penjelasan mengenaiLaporan Ketidaksesuaian SIP Online.

8. AMAIPS, AMAIPS kepanjangan dariAudit Mutu Akademik Internal Program Studi. BIMTEK pada AMAIPS ini menjelaskan mengenai cara pengisian borang melalui software AMAIPS.

Pengadaan BIMTEK ini digagas dua alasan, yaitu pergantian pimpinan dan penambahan administrator. Pergantian pimpinan menjadi alasan pertama adanya BIMTEK karena pimpinan memiliki peran sangat critical, yaitu untuk melakukan proses validasi dan penempuh pengambil keputusan terkait proses kerja yang terdapat dalam software DPMAI.

Selanjutnya, penambahan administrator baru dalam software DPMAImenjadialasan keduakarena mereka dituntut untuk segera bisa mengoperasikan semua software DPMAI dalam waktu singkat.

Sebelum adanya BIMTEK, fasilitator telah menyediakan  panduan untuk seluruh software yang bisa diakses dengan mudah, namun keberadaan BIMTEK masih tetap dinantikan oleh mereka. Oleh karena itu,DPMAI menggagas adanya BIMTEK software DPMAI, dengan harapan para peserta bisa mengoperasikan penggunaan semua software yang dimiliki DPMAI. (AA)


 

Artikel ini telah dibaca sebanyak 146 kali.