Tel: +62-31-298-1029,1019 | Mail: dpm_ai@ubaya.ac.id


Studi Banding Binus Universtiy (Jakarta 21 Januari 2015)

Pada Kamis, 21 Januari 2015 lalu, tim DPMAI mendapatkan kesempatan untuk studi banding ke Binus University Kampus Syahdan, Palmerah,  Jakarta. Tim DPMAI yang berangkat kali ini adalah Drs. M. Rosiawan, M.T., Arif Herlambang, S.Si., M.Si., dan Audia Ratnasari, S.Psi., M.M..

Tujuan studi banding kali ini sesuai dengan rencana kegiatan DPMAI untuk mulai melakukan penilaian atas tingkat kematangan organisasi dengan menggunakan kriteria Malcolm Baldridge, selain tentunya ingin berdiskusi lebih jauh tentang sistem penjaminan mutu yang telah diimplementasikan Binus University sehingga telah mendapatkan reputasi internasional yang cukup baik (MBQNA,QS Star, AUN).

Setibanya di kampus Syahdan, tim DPMAI disambut oleh Stephen G. Kurnia, S.T., M.M., M.Comm. (Binus Institutional Development Center Manager), Muhammad Ali Rahman, B.A., M.Bus. (Project Management Section Head), Dr. Dra. Ienneke Indra Dewi, S.Th., M.Hum. (Quality Management Center (QMC) Manager), serta Bpk Rudi (staf QMC).

Binus University bermula dari sebuah Modern Computer Course yang didirikan oleh Bpk joseph Wibowo Hadipoespito pada 21 Oktober 1974. Selanjutnya berkembang menjadi Akademik Teknik Komputer pada 1981, STMIK pada 1987, dan menjadi sebuah universitas pada 1996 dengan jumlah mahasiswa saat ini 22 ribu orang. Sertifikasi ISO 9001 telah diraih sejak tahun 1997, dan dalam tiga tahun terakhir telah mengikuti Malcolm Baldridge Quality National Award yang dinilai oleh IQAF (Indonesian Quality Award Foundation).

Pada awalnya, tidak mudah menerapkan standarisasi di Binus University. Perubahan menuju ke arah standarisasi dilakukan dengan adanya perubahan kepemimpinan, kemudian banyak melakukan berbagai pelatihan, membuat slogan, serta berbagai survey yang hasilnya dianalisa dan digunakan untuk berbagai rencana tindakan perubahan. Selain itu, pengelolaan sumberdaya di Binus University dilakukan dengan prinsip SODA (Sentralisasi Operasi dan Desentralisasi Akademik).  Dengan demikian diharapkan terjadi efisiensi penggunaan sumberdaya (misalnya: ruang kelas dapat dipakai berbagai kuliah dari fakultas). Selain prinsip SODA tersebut, Binus University  tidak hanya melakukan tridharma perguruan tinggi, tetapi catur dharma yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat serta pengembangan diri. Sehingga semua dituntut juga harus dapat mengikuti perkembangan kemajuan universitas, dengan selalu belajar dan mengembangkan diri baik dalam hal keilmuan, teknologi, maupun standarisasi.

Unit QMC yang bertanggungjawab atas penjaminan mutu Binus University memiliki tiga bagian yaitu Implementation, Measurement, dan Improvement. Dalam penerapan standar Malcolm Baldridge, pada awalnya pengisian borang dan pengumpulan data serta berbagai analisisnya dilakukan oleh unit QMC sendiri. Namun pada perkembangannya karena semakin kompleks dan melibatkan banyak pihak di universitas, maka dibentuk Champion Team di tiap kategori MBQNA. “Saat ini kami sedang dalam tahap integrasi untuk melengkapi laporan”, demikian penjelasan ibu Ienneke. Pada awalnya, di tahun 2008, Binus University berada pada tingkat kematangan organisasi Early Improvement, dan sejak 2011, telah berada pada tingkat kematangan organisasi Good Performance dengan skor 529. (AR)

Artikel ini telah dibaca sebanyak 716 kali.