Tel: +62-31-298-1029,1019 | Mail: dpm_ai@ubaya.ac.id


Tinjauan Manajemen (30 Oktober 2014)

Kamis, 30 Oktober 2014 bertempat di Ruang B.1.1. Kampus Ngagel diselenggarakan Rapat Tinjauan Manajemen. Rapat Tinjauan Manajemen dihadiri oleh pimpinan Universitas, Fakultas/Politeknik dan Unit Manajemen lain di lingkungan Universitas Surabaya. Tinjauan Manajemen merupakan salah satu Siklus dalam Sistem Manajemen Mutu yang harus dilalui setelah serangkaian kegiatan dilaksanakan. Kegiatan tersebut meliputi Pelaksanaan Sistem Manajemen Mutu, Audit Internal dan selanjutnya Tinjauan Manajemen. Audit  Internal sendiri  dilaksanakan pada tanggal 12 sd 29 Agustus 2014. Audit internalmencakup audit ISO 9001:2008 , IWA 2 : 2007, 5R, Monevin dan AMAIPS. Sedangkan Unit kerja yang diaudit terdiri dariUnit pelaksana Akademik, Unit penunjang akademik, Unit pelaksana administrasi layanan teknisdan Unit Hubungan Eksternal, Strategis& Pengembangan Universitas.

Tujuan dari Tinjauan Manajemen adalah pertama, Tinjauan Manajemen sebagai salah satu alat manajemen untuk memelihara dan meningkatkan efektivitas SMMnya.Kedua, Menggerakkan roda Plan Do Check Action dalam rangka perbaikan berkelanjutan dalam sistem manajemen mutu organisasi. Agenda Tinjauan Manajemen sebagaimana ditetapkan dalam klausul ISO 5.6 meliputi : Input

 Tinjauan Manajemen, Hasil Audit Terintegrasi Agustus 2014, Umpan Balik Pelanggan dan Keluhan Pelanggan, Kinerja Proses dan Kesesuaian Produk, Status Tindakan Preventif & Korektif, Tindak lanjut Tinjauan Manajemen yang lalu, Perubahan yang dapat Mempengaruhi SMM, Kebijakan Mutu, kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan Tanya Jawab (Saran-saran dan hal-hal terkait yang diperlukan untuk mendapatkan  komitmen bersama demi peningkatan penerapan SMM.)

 Berdasarkan hasil Audit tanggal 12 sd 29 Agustus 2014 dapat disimpulkan bahwa kinerja penerapan sistem manajemen mutu masih perlu perbaikan berkelanjutan, dengan ditemukannya 16 temuan ketidaksesuaian. Namun demikian, jumlah observasi dan terutama OFI masih relatif cukup besaryakni sebanyak 238. Hal ini menunjukkan bahwa masih ada potensi ketidaksesuain yang terjadi dan saran-saran yang diberikan oleh auditor dalam bentuk peluang perbaikan (OFI).

 Pada tahun anggaran 2013-2014 persentase Capaian Aktifitas64,98%; persentase Capaian Indikator  keberhasilan  62,13%; dan persentase Capaian Serapan Anggaransebesar 67,66%. Sedangkan untuk  Pencapaian Indikator (PI)yang disimbolkan dengan warna bendera, Unit kerja yang mendapatkan bendera  Merah (4 Unit),  Kuning (8 Unit), Hijau (20 Unit) dan Biru (27 Unit). Jika dibandingkan dengan hasil audit tahun sebelumnya maka dapat dikatakan terjadi penurunan untuk unit kerja yang mendapat bendera Biru karena tahun sebelumnya sebanyak 31 Unit. Bagaimana dengan hasil audit 5R? khusus untuk audit 5R dibagi menjadi dua kategori yaitu 5R perkantoran dan 5R Laboratorium. Hasil Audit 5R perkantoran untuk tahun 2014 sebesar 73,56%, sedangkan untuk Laboratorium sebesar 89,67%.

Salah satu tujuan tinjauan manajemen sebagaimana telah disebutkan di atas adalah untuk menggerakkan roda Plan Do Check Action dalam rangka perbaikan berkelanjutan dalam sistem manajemen mutu organisasi. Oleh karena itu semoga hasil audit tersebut tidak melemahkan semangat kerja bagi unit-unit kerja lain tetapi justru semakin memicu untuk melakukan perbaikan di unit kerjanya. (NU)

Artikel ini telah dibaca sebanyak 323 kali.